Packet Tracer
Kamis, 07 Maret 2013
Packet Tracer adalah sebuah software simulasi jaringan. Sebelum melakukan konfigurasi jaringan yang sesungguhnya (mengaktifkan fungsi masing-masing device hardware) terlebih dahulu dilakukan simulasi menggunakan software ini. Simulasi ini sangat bermanfaat jika membuat sebuah jaringan yang kompleks namun hanya memiliki komponen fisik yang terbatas.
Cara menjalankan Packet Tracer :
1. Install Source Program
2. Klik Menu Packet Tracer
Untuk lebih lengkapklik disini
Diposting oleh desmailajs di 03.05 0 komentar
Manajemen Jaringan Komputer
Rabu, 27 Februari 2013
Manajemen Jaringan Komputer
1.1 Definisi Manajemen Jaringan
Komputer
Manajemen jaringan
komputer merupakan kemampuan untuk mengontrol dan memonitor sebuah jaringan
komputer dari sebuah lokasi. The International Organization for Standardization
(ISO) mendefinisikan sebuah model konseptual untuk untuk menjelaskan fungsi
manajemen jaringan.
1. Manajemen
Kesalahan (Fault Management), menyediakan fasilitas yang memungkinkan
administrator jaringan untuk mengetahui kesalahan (fault) pada perangkat yang
dikelola, jaringan dan operasi jaringan, agar dapat segera menentukan apa
penyebabnya dan dapat segera mengambil tindakan.untuk itu manajemen kesalahan
memiliki mekanisme untuk :
a. Melaporkan
terjadinya kesalahan.
b. Mencatat
laporan kesalahan (logging).
c. Melakukan
diagnosis.
d. Mengoreksi
kesalahan (dimungkinkan secara otomatis).
2. Menajemen
konfigurasi (configuration management), memonitor informasi konfigurasi
jaringan sehingga dampak dari peragkat keras ataupun lunak tertentu dapat
dikelola dengan baik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan kemampuan
inisialisasi, kofigurasi ulang, pengoperasian, dan mematikan perangkat yang
dikelola.
3. Laporan
(accounting), mengukur utilisasi jaringan dari pengguna atau grup tertentu
untuk :
a. Menghasilkan
informasi tagihan (billing).
Diposting oleh desmailajs di 00.40 0 komentar
SQUID
Selasa, 08 Januari 2013
Proxy Server Menggunakan SQUID
Sebelum kita mengetahui bagaimana cara setting
Proxy Server Menggunakan SQUID, sebaiknyakita mengetahu terlebih dahulu apa itu
Proxy
1. Pengertian Proxy
Secara terminologi istilah proxy dapat diartikan
sebagai seseorang/lembaga yang bertindak sebagai perantara atau atas nama dari
orang lain/lembaga dalam suatu hal.
Namun dalam dunia jaringan komputer, istilah
proxy berarti komputer yang berfungsi sebagai perantara antara client dan
server dalam jaringan komputer. Jadi proxy server adalah sebuah perangkan
komputer server yang menggunakan proxy pada sistemnya sebagai perantara antara
server itu sendiri dengan clientnya.
2. Fungsi Proxy
Proxy memiliki 3 fungsi utama, yaitu:
a. Firewall
Proxy bekerja pada layer aplikasi (dalam OSI
Layer), maka filtering yang dilakukan oleh proxy lebih "cerdas"
daripada firewall biasa. Proxy web server dapat mengecek URL dari outgoing
request (permintaan akses keluar) untuk halaman web. Dengan kemampuan ini,
administrator dapat melarang atau mengizinkan akses ke domain tertentu.
Firewall biasa tidak dapat melihat nama domain di dalam pesan tersebut, karena
firewall hanya memeriksa header paket data.
b. Gateway
Untuk dapat mengakses internet, sebuah komputer harus memiliki sebuah IP public. Untuk dapat mengakses internet secara bersama-sama dengan menggunakan satu IP public, dibutuhkan sebuah komputer yang memiliki IP public, yang digunakan sebagai gateway komputer-komputer lain. Dalam hal ini, proxy server juga berfungsi sebagai gateway. Server ini mempunyai dua interface, untuk koneksi ke internet dan untuk koneksi ke jaringan lokal.
Untuk dapat mengakses internet, sebuah komputer harus memiliki sebuah IP public. Untuk dapat mengakses internet secara bersama-sama dengan menggunakan satu IP public, dibutuhkan sebuah komputer yang memiliki IP public, yang digunakan sebagai gateway komputer-komputer lain. Dalam hal ini, proxy server juga berfungsi sebagai gateway. Server ini mempunyai dua interface, untuk koneksi ke internet dan untuk koneksi ke jaringan lokal.
Diposting oleh desmailajs di 23.52 0 komentar
IPTABLES
Kamis, 03 Januari 2013
Perintah-Perintah Pada IPTABLES
-Sudo su
-Iptables -F
Mengembalikan semua aturan pada posisi default
-Iptables -P INPUT ACCEPT
Route packet yang masuk diterima dalam rule
-Iptables -P OUTPUT ACCEPT
Route packet yang keluar diterima dalam rule
-Iptables -P FORWARD DROP
Menolak route packet yang akan di forward
-Iptables -A INPUT -i lo -j ACCEPT
Allow local connection
-Iptables -A INPUT -m state --state RELATED,ESTABLISHED –j ACCEPT
Allow relted and established
-Iptables –A INPUT -p tcp --dport 80 -j ACCEPT
Menerima port 80 yang biasa digunakan untuk WWW
-Iptables -A INPUT -p tcp --dport 22 -j ACCEPT
Menerima port 22 yang biasa digunakan untuk SSH
-Iptables -A INPUT -j DROP
Diposting oleh desmailajs di 02.20 0 komentar
Firewall
Kamis, 20 Desember 2012
Setting Firewall Menggunakan IPTables di Linux
A. Pengertian Firewall
Firewall digunakan untuk melindungi atau membatasi
akses komputer
atau jaringan ke dunia luar, seperti internet. Salah satu firewall yang sering digunakan adalah iptables yang ada didalam sistem operasi linux.
atau jaringan ke dunia luar, seperti internet. Salah satu firewall yang sering digunakan adalah iptables yang ada didalam sistem operasi linux.
Berikut ini
ilustrasi mengenai firewall
Fungsi Firewall
1. Mengontrol dan mengawasi
paket data yang mengalir di jaringan Firewall harus dapat mengatur, memfilter
dan mengontrol lalu lintas data yang diizin untuk mengakses jaringan privat
yang dilindungi firewall. Firewall harus dapat melakukan pemeriksaan terhadap
paket data yang akan melawati jaringan privat. Beberapa kriteria yang dilakukan
firewall apakah memperbolehkan paket data lewati atau tidak, antara lain :
- Alamat IP dari komputer sumber
- Port TCP/UDP sumber dari sumber.
- Alamat IP dari komputer tujuan.
- Port TCP/UDP tujuan data pada komputer tujuan
- Informasi dari header yang disimpan dalam paket data.
2. Melakukan autentifikasi terhadap akses.
3. Applikasi proxy Firewall mampu memeriksa lebih dari sekedar header dari
paket data, kemampuan ini menuntut firewall untuk mampu mendeteksi protokol
aplikasi tertentu yang spesifikasi.
4. Mencatat setiap transaksi kejadian yang terjadi di firewall. Ini
Memungkinkan membantu sebagai pendeteksian dini akan penjebolan jaringan.
Diposting oleh desmailajs di 00.16 0 komentar
MULTI DOMAIN DAN VIRTUAL HOST
Senin, 19 November 2012
MULTI DOMAIN DAN
VIRTUAL HOST
Multi Domain
Sistem multi domain memungkinkan pengguna membuat
banyak web dengan banyak domain dalam satu CMS yang diinstal sekali dalam satu
direktori. Dengan demikian, pengguna dapat menghemat sumber daya seperti
kapasitas penyimpanan file, database, serta memungkinkan pengguna mengelola
banyak web dengan satu akun. Untuk membuat sistem multi domain, pengguna dapat
memasukkan beberapa domain ke dalam sebuah server atau akun hosting baik
sebagai addon domain maupun sebagai parked domain.
Virtual host
Virtual host merupakan suatu cara
untuk mengatur banyak URL (Universal Resorce Locator) didalam satu web server
atau juga mesin (salah satu feature dari web server Apache yang memungkinkan
memiliki beberapa hosting website di satu web server di mana masing-masing
punya nama domain sendiri).
Sebelum
melakukan pembuatan dan pengkonfigurasian multi domain dan virtual host ini ada
baiknya kita mengecek terlebih dahulu settingan DNS pada komputer server
kita,jika setingan sudah benar maka kita dapat langsung melakukan pembuatan
multi domain dan virtual host seperti berikut ini :
1. Setting BIND (/etc/bind/named.conf.local)
$sudo
nano /etc/bind/named.conf.local
Tambahkan zona baru untuk domain baru. Dalam
contoh ini domain baru yang ditambahkan adalah jarkom1.com sedangkan domain
lama adalah jarkom.com, Perhatikan kembali modul DNS Server
#
zona domain jarkom.com
zone "jarkom.com" {
type
master;
file
"/etc/bind/zones/jarkom.com.db";
};
#zona domain jarkom1.com
zone "jarkom1.com" {
type
master;
file
"/etc/bind/zones/jarkom1.com.db";
};
# DNS reverse
zone "9.17.10.in-addr.arpa" {
type
master;
file
"/etc/bind/zones/jarkom-rev.db";
};
2.
Definisikan
kembali zona domain yang baru dibuat dalam hal ini jarkom1.com
$sudo nano /etc/bind/zones/jarkom1.com.db
$TTL
3D
@ IN SOA ns.jarkom.com. admin.jarkom.com. (
2007062001
28800
3600
604800
38400
);
jarkom1.com IN NS
ns.jarkom.com.
@ IN
A 10.17.9.33
www IN A 10.17.9.33
TXT
"Network Gateway"
3.
Restart
Bind
$sudo /etc/init.d/bind9 restart
4. Lakukan ping dan dig terhadap domain yang baru
contoh jarkom.net atau jarkom2.com
5. Lakukan langkah yang sama untuk beberapa
domain baru yang lain
6. Lakukan browsing ke domain-domain tersebut.
Perhatikan bahwa semua domain akan menampilkan hasil yang sama. Agar setiap
domain menampilkan tampilan sesuai dengan website masing-masing maka perlu
dilakukan setting virtualhost pada apache yang terinstall.
7. Contoh terdapat 4 domain (jarkom.com,
jarkom1.com, jarkom.net dan jarkom2.com). Maka harus ada 4 direktori yang akan
menjadi tempat file-file website masing-masing.
jarkom.com
terletak pada direktori /var/www
jarkom1.com
terletak pada direktori /var/www/jarkom1
` jarkom.net
terletak pada direktori /var/www/jarkomnet
jarkom2.com
terletak pada direktori /var/www/jarkom2
Kemudian buat file index.html dengan isi yang
berbeda pada masing-masing direktori
8. Pembuatan direktori masing-masing domain :
$cd
/var/www
$sudo
mkdir jarkom1 jarkomnet
jarkom2
$ls -l
$sudo
chmod 755 jarkom jarkom1 jarkomnet jarkom2
Perintah chmod (change
mode) di gunakan untuk mengatur tingkat pengaksesan user terhadap sebuah file.
Terdapat beberapa
perintah chmod yang di akhiri dengan 3 angka. pada contoh di atas di gunakan
755.
7 berarti folder
tersebut dapat di Read,write dan execute oleh user
5 berarti sebagai group
memiliki hak read execute
5 berarti sebagao world
memiliki hak read dan execute juga.
9.
Konfigurasi
apache2.conf
$sudo
nano /etc/apache2/apache2.conf
Isikan
pada baris terakhir
ServerName
127.0.0.1
NameVirtualHost *:80
10.
Buat
file berikut dengan nama domain masing-masing pada direktori
/etc/apache2/sites-available
$cd
/etc/apache2/sites-available
$sudo nano jarkom1.com
Isikan
<VirtualHost *:80>
ServerName
jarkom1.com
ServerAlias www.jarkom1.com
DocumentRoot
/var/www/jarkom1 #Sesuai
direktori yang telah kita tentukan
ErrorLog /var/log/apache2/jarkom1-error.log
CustomLog /var/log/apache2/jarkom1-access.log
combined
</VirtualHost>
Save dan Keluar dari teks editor. Lakukan
langkah yang sama untuk domain lainnya (jarkom.net dan jarkom2.com)
ServerName. Nama server yang
disesuaikan dengan FQDN (Full Qualified Domain Name), berfungsi sebagai nama
dari web server kita.
ErrorLog. Direktori dan nama
file dimana kita menempatkan error log dari apache.
CustomLog. Log yang di
konfigurasikan untuk mencatat setiap access request dari client. Juga digunakan
untuk mencatat secara default konfigurasi virtualhost
DocumenRoot.
Path dari direktori yang berisi file-file dokumen utama dari situs kita.
11.
Disable
VirtualHost default dan enable domain yang baru
$sudo a2dissite default
$sudo a2ensite jarkom1.com
$sudo a2ensite jarkom.net
$sudo a2ensite jarkom2.com
12.
Reload
apache
$sudo /etc/init.d/apache2 reload
13. Lakukan browsing menggunakan lynx
ke masing-masing domain atau gunakan komputer/laptop lain
Diposting oleh desmailajs di 17.06 0 komentar
WEB SERVER (APACHE & PHP)
Kamis, 01 November 2012
WEB
SERVER (APACHE & PHP)
polsri.ac.id
Web Server adalah software server yang menjadi tulang belakang dari World Wide Web (WWW). Web server menunggu permintaan dari client yang menggunakan browser seperti netscape navigator, Internet Explorer, Mozilla, dan program browser lainnya. Jika ada permintaan dari browser, maka web server akan memproses permintaan itu dan kemudian memberikan hasil prosesnya berupa data yang diinginkan kembali ke browser. Data ini mempunyai format yang standar disebut dengan format SGML ( Standard General Markup Language). Data yang berupa format ini kemudian akan ditampilkan oleh browser sesuai dengan kemampuan browser itu. Contohnya ialah bila data yang dikirim berupa data gambar, browser yang hanya mampu menampilkan text (misalnya lynx) tidak akan mampu menampilkannya dan jika ada akan menampilkan alternatifnya saja.
Web Server adalah software server yang menjadi tulang belakang dari World Wide Web (WWW). Web server menunggu permintaan dari client yang menggunakan browser seperti netscape navigator, Internet Explorer, Mozilla, dan program browser lainnya. Jika ada permintaan dari browser, maka web server akan memproses permintaan itu dan kemudian memberikan hasil prosesnya berupa data yang diinginkan kembali ke browser. Data ini mempunyai format yang standar disebut dengan format SGML ( Standard General Markup Language). Data yang berupa format ini kemudian akan ditampilkan oleh browser sesuai dengan kemampuan browser itu. Contohnya ialah bila data yang dikirim berupa data gambar, browser yang hanya mampu menampilkan text (misalnya lynx) tidak akan mampu menampilkannya dan jika ada akan menampilkan alternatifnya saja.
Web Server, untuk berkomunikasi dengan clientnya (web
browser) mempunyai protokol sendiri yaitu HTTP (HyperText Transfer Protocol).
Dengan protokol ini, komunikasi antar web server dengan clientnya (browser)
dapat saling dimengerti dan lebih mudah. Seperti telah dijelaskan diatas,
Standar format data pada World Wide Web adalah SGML. Tapi sudah menjadi hal
yang umum bahwa para pengguna internet lebih banyak menggunakan format HTML
(HyperText Markup Language) karena penggunaannya yang lebih sederhana dan mudah
dipelajari. Kata HyperText mempunyai arti bahwa seorang pengguna internet
dengan web browsernya dapat membuka dan mambaca dokumen-dokumen yang ada dalam
komputernya atau bahkan komputer yang jauh tempatnya sekalipun. Hal ini
memberikan cita rasa dari suatu proses yang tridimensional, artinya pengguna
internet dapat membaca dari satu dokumen ke dokumen yang lain hanya dengan
mengklik beberapa bagian dari halaman-halaman dokumen (web) itu.
Proses yang dimulai dari permintaan webclient (browser),
diterima web server, diproses, dan dikembalikan hasil prosesnya oleh web server
ke webclient lagi dilakukan secara transparan. Setiap orang dapat dengan mudah
mengetahui apa yang terjadi pada tiap-tiap proses. Secara garis besarnya web
server hanya memproses semua masukan yang diperolehnya dari web clientnya.
APACHE
WEB SERVER
Banyak sekali software web server yang berada di
internet. Dengan berdasarkan pada 12 macam pertimbangan diatas, maka dapat
dipilih software mana saja yang cocok dengan kebutuhan kita.Misalnya : Kita
memasang web server untuk keperluan suatu perusahaan jasa internet (ISP ), maka
pertimbangan yang harus diambil adalah apakah mereka menginginkan software yang
gratis ataukomersial. Keuntungan dari software komersial adalah mereka punya
dukungan teknis dan dokumentasi yang lengkap, sedang pada kebanyakan software
gratis tidak punya. Namun ada juga software gratisan yang mempunyai dukungan
teknis dari pembuatnya dan dengan dokumentasi yang lengkap. Salah
satu software web server gratisan seperti itu adalah Web server Apache. Web
server Apache mempunyai kelebihan dilihat dari beberapa pertimbangan diatas:
• Apache
termasuk dalam kategori freeware (software gratisan)
• Apache
mudah sekali proses instalasinya jika dibanding web server lainnya
seperti
NCSA, IIS, dan lain-lain.
PHP PADA APACHE
WEB SERVER
Apache web server mendukung penambahan modul-modul. Diantara modul yang sering dipakai adalah modul PHP. PHP
(Personal Homep Page Tool) adalah salah satu jenis aalat yang digunakan untk
membuat halaman web anda menjadi lebih menarik, lebih aman, dan lebih dinamik.
Pada dasrnya PHP miirip dengan bahsa script yang lainnya seperti asp,
Javascript , Visual BASic atau yang lainnya, namun keuntungannya adalah pada
PHP tidak diperlukan tambahan pada sisi webclient seperti halnya Javascript dan
Visual Basic script, sehingga lebih luas penggunaannya. Beberapa keunggulan PHP
dibandingkan dengan yang lain :
• Autentikasi http menggunakan PHP menggunakan fungsi
header() yang ada
dalam modul apache PHP.
• Pembuatan file GIF menggunakan library GD yang
dikompilasi saat
menginstall php.
• PHP dapat menerima metoda upload file
• Mendukung penggunaan cookie
• Mendukung integrasi dengan database
• Mendukung ekspresi regular seperti ereg(), ereg_replace()
dan lainnya.
• Penanganan kesalahan berdasarkan tingkat kesalahan.
LANGKAH - LANGKAH PENGINSTALAN
Untuk membuat suatu webserver yang support php pada
komputer anda serta memeriksa instalasinya, langkah-langkah yang harus
dilakukan adalah sebagai :
1. Periksa koneksi ke gateway, ke dns server dan ke server
repositori (ping)
2. Install
apache2 yang akan digunakan sebagai web server
sudo apt-get install apache2
3. Jalankan
apache2
sudo /etc/init.d/apache2 restart
4. Periksa
dan catat hasilnya
nmap
-p80 alamat ip
5. Install
lynx
sudo
apt-get install lynx
6.
Browsing
ke web yang anda buat
lynx alamat
ip
7. Direktori tempat file website anda adalah /var/www/. Buat
file html di folder tersebut
cd
/var/www/
sudo
nano index.html
Isikan
<html>
<head>
<title>baseng</title>
</head>
<body><h1>jahat galo galo</h1>
<p>Kelompok 1_5tcb</p>
<p>Ade milasintia,Desmaila J.S,Korina,Rinaldi P.</p>
</body>
</html>
Save
dan Keluar dari nano
8. Browsing kembali ke website anda,
lynx 10.17.0.191
ini adalah tampilan pada komputer server
ini adalah tampilan pada komputer server
ini adalah tampilan pada komputer client


9. Install
PHP pada web server anda
sudo apt-get install php5
libapache2-mod-php5
10.
Restart apache
sudo
/etc/init.d/apache2 restart
11.
Buat
halaman php dan letakkan pada direktori www anda
cd
/var/www/
sudo nano test.php
Isikan
<?php
Echo”selamat datang di web kelompok
1_5tcb”;
phpinfo();
?>
Save
dan keluar dari text editor
12.
Browsing
ke website anda sambil menjalankan tcpdump catat tampilan dan hasil tcpdump
Diposting oleh desmailajs di 20.42 0 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)


